Super Fudgy Brownies

Hai, akhirnya bisa update web lagi, setelah sekian lama ditinggal kesibukan mengurus dunia, haha. Kali ini saya sedang berbahagia, karena bisa baking lagi. Baking adalah salah satu passion yang telah lama saya tinggalkan. Baking adalah kesenangan yang luar biasa. Mengocok telur hingga berbusa, mencampurkan aneka bahan menjadi satu lalu memangganya, wangi aroma kue dari oven yang panas, emmhhh membayangkannya saja mampu membuat saya senyum-senyum sendiri. Happy banget.

Hari ini saya bangun pagi-pagi sekali, seperti layaknya Ibu rumah tangga lainnya pagi hari saya habiskan untuk mengurus segala macam pekerjaan rumah tangga. Saya masak tumis buncis dengan sosis plus dadar telur. Ohya untuk masakan rumah saya memang lebih suka yang sederhana saja untuk sehari-hari lebih simple. Yang terpenting bagi dapur di kami adalah menyajikan masakan yang sehat dan bergizi. Lauk dan sayur, terkadang ditambah kerupuk atau lalapan. Nyummy.

Bekal Zayed hari ini

Saya lebih suka memasak sendiri untuk makanan Zayed, karena bebas MSG dan terjamin kebersihannya itu pasti. Dan hal yang lebih membuat senang memasak adalah ketika melihat Zayed menghabiskan makanan dipiringnya tanpa bersisa. Saya termasuk tipe Ibu yang kesal jika lihat makanan tersisa dipiring. Namun saya sejatinya sangat penyayang, iya sayang kalau ada makanan nyisa jadi langsung saya habiskan. Haha, ingat timbangan Lin.

Sebenarnya sikap saya yang anti lihat makanan sisa itu bermula dari masa lalu sih. Jadi saya pernah tinggal di sebuah Pesantren yang merangkap sebagai panti asuhan. Kami makan seadanya setiap hari. Makan lauk ayam seminggu dua kali pun besarnya tak lebih dari jempol. Ya begitulah, makan enak lauk besar hanya kami dapatkan ketika ada tamu berkunjung meminta doa dan menyumbang makanan atau sedang ada pengajian keluar pondok, bisanya kami pulang dioleh-olehi berkat dan amplop. Wah luar biasa senangnya saat itu.

Jadi, saya anti banget lihat makanan sisa. Setiap hari saya masak secukupnya, tidak pernah banyak. Yang penting cukup untuk saya dan Zayed. Masak banyak saat Pak Suami pulang atau teman dan saudara datang berkunjung.

Adonan brownies siap dipanggang

Kembali ke baking, hari ini saya bake Brownies resep dari Mba Ricke Ordinary Kitchen. Resepnya super simple dan mudah. Ga perlu mixer pula. Beneran ini browniesnya super enak, ga percaya? Mau coba, ini saya copy kan resepnya:

Super Fudgy Brownies

Bahan:

120 gram unsalted butter

130 gram terigu protein sedang

30 gram coklat bubuk

½ sdt baking powder

½ sdt garam

225 gram dark cooking chocolate, cincang

250 gram gula pasir halus (gula kastor)

3 butir telur ukuran besar

Taburan (optional) saya pakai parutan keju

Cara membuat:

  1. Panaskan oven 180’C. olesi dengan mentega dan alasi dengan kertas roti (saya skip karena gak punya stock kertas roti, jadi hanya mentega). Pada sisi-sisi Loyang lebihkan sedikit kertas rotinya sekitar 1cm (fungsinya untuk mengangkat brownies keluar dari Loyang). Sisihkan.
  2. Campur dan ayak terigu, coklat bubuk, baking powder dan garam. Sisihkan.
  3. Panaskan butter. Masukan DCC. Aduk hingga coklat meleleh, tercampur rata dan licin. Angkat.
  4. Masukan gula pasir halus. Aduk rata dengan whisker hingga gula terlihat menyatu dengan coklat. Masukan telur. Aduk rata kembali hingga rata dan lembut. Masukan campuran terigu. Aduk rata hanya sampai tepung sudah merata dan tidak terlihat lagi. Jangan diaduk terlalu lama ya.
  5. Tuang kedalam lyang. Ratakan permukaannya. Beri taburan. Panggang dalam oven sampai matang sekitar 50 menit. Test sentuh permukaan bagian tengahnya sudah kokoh bila ditekan dan akan terbentuk lapisan shiny crust khas brownies. Tes tusuk bila perlu.
  6. Keluarkan dari oben. Diamkan sekitar 30 menit dalam Loyang. Keluarkan dengan cara mengangkat kelebihan kertas roti di sisi Loyang. Dinginkan di rak kawat. Potong-potong sesuai selera.

Gampang banget kan? Yuk dicoba!

Ngemil manis sambil update blogs

Aroma brownies memenuhi seisi rumah tadi pagi, dan Zayed pun terbangun. Kaget banget lihat Bunda bikin kue, langsung moodnya bagus. “Bunda bikin kue ya, aku suka, terima kasih ya, untuk aku ya Nda” haha iya ini untuk Zayed kok. Udah lama banget saya tidak membuatkan Zayed camilan baking-bakingan begini. Jadi dia super girang lihat brownies keluar dari oven.

Kira-kira besok bake apa lagi ya? Ada yang punya ide?

 

Salam penuh cinta,

Kalin.

 

  1. Cucian piring menggunung sudah memanggil, ada yang mau bantuin? Baking menyenangkan, bagian tidak menyenangkan adalah kumbah-kumbah perkakas, xixi. Ada yang seperti saya?

Leave a Reply